Semua berawal dari KEPERCAYAAN

Anda percaya bahwa anda bisa menjadi Milyarder.
Maka anda akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya.
.
Gagal, bangkit lagi. Gagal, bangkit dan terus bangkit. Hingga rasa putus asa itu bosan dan pergi, serta masa depan yang cerah akan datang bagi anda yang bersungguh2 untuk mewujudkannya.
.
Sebaliknya jika sekarang  anda  percaya  bahwa anda akan menjadi orang biasa. Maka anda akan menemui  masa depan, menjadi orang yang biasa-biasa saja!!
.
Kepercayaan bisa merubah segalanya!
Kepercayaan adalah aset berharga bagi kehidupan anda!

Wisuda LDR, Bukan Sarjana Google

#WisudaLDR2020
Ikutan challenge panutancuu mbak @najwashihab
.
Salut banget buat adik2 yang bisa wisuda di tahun ini, kalian keren  seribu jempol buat kalian 

Berpose bersama mama, setelah melewati rangkaian acara wisuda 💙


.
Di tengah wabah kalian masih bisa berjuang hingga mencapai titik ini, di mana tingkat untuk mencapai tugas akhir alias skripsi itu tidak mudah menurut sy  belum lagi penelitiannya nggak langsung berhasil, harus ngulang dulu & perlu biaya yang tak sedikit  (kok jadi curhat sih)  
.
Naik ke level yang lebih tinggi, di mana kalian mesti ngerjain skripsi. Skripsi yang membutuhkan sumber (bukan dr om Google atau tante FB) tapi buku yang bukan buku sembarang . Belum lagi skripsi yang dipantul seperti bola pimpong 藍

Masih nyempetin jadi asisiten Praktikum Biologi Dasar di masa2 penyelesaian tugas akhir. Satu kelas diantaranya mereka yang comel bin imut ini


.
Terima kasih kepada pada keluarga, sahabat, kakak2 & adik2 dari wisudawan & wisudawati yang selalu mendukung mereka 🙂

Teman seperjuangan di Biologi Unhas. Dari kanan ke kiri ada Umma, Ida & diriku, kak Rahmah serta Nurfa

Senior di Kampus

Bertemu dengan Penulis Lelaki di Persimpangan Jalan, kak @papabon88 😎😇
.
Banyak yang kami bicarakan perihal tulisan, puisi dan kamu! Hehehe
.
Beliau ternyata satu fakultas denganku di Fakultas MIPA Kampus terfavorit se-Indonesia Timur.
Alias seniorku di kampus 😁😇
.
“Cerita deh suka dan duka kuliah di salah satu Universitas terkeche di Sulawesi, lebih banyak sukanya dikader sih,” itu ungkapan kami untuk memulai cerita yg panjang mulai dr ashar dan magrib, kami tertawa rindu denagn masa-masa itu hehehe

Dari kanan ke kiri ada cewek imut berjilbab hijau itu sahabatku (kak @aurora_rahmah) dan juga senior sy di MIPA angkatan 2011, disebelah Pimred ada kak Oktavianti senior juga di MIPA dan yang paling tampan merupakan Penulis Lelaki di Persimpangan Jalan namanya kak Indrawanto (@papabon88) angkatan 2009 MIPA, serta yang terakhir di sudut kanan sudah dikenal kan? Hahaha Artis.

Aku, Kita & PA

Jaket ini sekilas bisa saja tapi menurutku spesial karena  kain yang memberi rasa hangat di kala ini menyimpan banyak kenangan bersama saudara2ku di Pecandu Aksara. Khususnya bagi angkatan2 vetran bukan tua yah hehehe, maksudnya angkatan awal yang bergabung di komunitas kami.

Logo yang berada di bagian depan bertuliskan Pecandu_Aksara (kami biasa menyingkatknya dengan sebutan PA, bukan pea yah hahaha). Kalau orang lain yang mendengarnya terkadang heran plus terkejut. Kenapa? Karena biasanya kata ‘pecandu’ biasa disematkan pada hal2 yg berbau negatif, misalnya yang paling familiar ‘pecandu narkoba’.

Nah kak Fachri, salah satu pencetus PA yang mengusulkan nama tersebut ke teman2 dari Penerbit MIB Indonesia yakni kak Rahmah (Pimred MIB), Ilma dan Adi, eiittss Suci juga ikutan loh (walaupun di tahun 2016 silam, pengenalanku dengan dunia literasi masih sangat minim) hehehe.

Sebelum PA terbentuk, anggota atau member dari MIB adalah anggota pertama di komunitas ini, makanya antara PA & MIB tdk bisa terpisahkan. Karena pemiliknya satu nama, satu orang, satu karekter yakni kak Fachri Djaman.

Kak Fachri (Pendiri PA) & Owner Penerbit MIB. Sekarang bergelut di Makassar Terkini

Terima kasih banyak pula yang tak pernah tersampaikan lewat lisan kepada sahabatku Nur Rahmah Bin Muh Said, yang merupakan Pimpinan Redaksi MIB Indonesia sekaligus editor di MIB. Biasa kan klw sahabat gimana2 gitu klw mau berterima kasih, canggung alias aneh hahaha.

Kak Rahmah yg biasa kusapa ‘Kk bondeng’ tp imut yang memperkenalkan diriku dengan buku dan sampai akhirnya kutemukan cintaku pada penulis hebat yakni Abi Prof Quraish Shihab  & Tere Liye.

Kak Rahmah (Pimred MIB Indonesia) yang sedang memegang mic

Di pertengahan tahun  2014 Suci dan teman2 kuliah berkunjung ke  rumah sekaligus Penjara Suci bagi kak Rahmah yang bernama Pesantren Hj Haniah. Kami bertujuan untuk merasakan kehidupan santri & waktu nyantri kurang kami kurang lebih sebulan.

Genk Santri Wkwkwkw (teman nyantri sebulan) dari ujung kanan ada Umma, Nurfa, kak Rahmah, Ida dan diriku sendiri

Pertama kali ada buku yang kubaca habis hingga halaman terakhir, buku itu berjudul Faza Faizah karya Itmam Luthfi. Biasanya sih jika bukunya membosankan tak akan kubaca habis hahaha.

Terima kasih banyak kepada Allah mempertemukan diriku sahabatku yang sedikit jenGkelin,  dengannya hadirnya di hidupku mengisi kekosonganku selama ini.

Lewat PA, Suci juga bertemu dengan kakak yang  enerjik manis, dan super woles. Woles penilaianku pertama melihatnya, seumur hidupku ada cewek dengan hijab besar membungkus tubuhnya yang gaya bicara dan bahasa tubuhnya sangat aktif dan mudah berbaur dengan cewek maupun cowok. Dia bisa kusapa kak Dea. Selalu ada di saat yang tepat. Hampir seluruh anggota PA mengenalnya 🙂

Kak Dea yang memakai cadar

Satu orang lagi yang membuatku betah berlama2 di PA. Kakak asik dan heboh, yang seluruh aksesorisnya berwarna ungu hahaha sebelas dua belas lah sama diriku pencinta biru hehehe, walau orang2 selalu memberi sesuatu berwarna pink.
.
Kembali ke kak Lidya, orang yang unik menurutku karena fb dan ig nya dinonaktifkan wkwkwk mau tag di FB dan IG kan nggak bisa wkwwk. Kalau mau belajar nyetir mobil diriku harus ke kak Lidya dulu 🙂

Kentara kan kak Lidya yang mana 😂 kak Dea yang pakai kaca mata, disampingnya ada kak Rahmah. Diriku yang paling di belakang & paling gosong 🤣

Kak Lidya ini salah satu pemerhati pendidikan di daerah terpencil. Suci lupa nama organisasi yang kk rintis, kaya ada nama Panrita. Memberi edukasi kepada generasi muda bangsa ini.

Sangat jelas terlihat kedekatannya dengan anak2 ketika kami  pergi berlibur di salah satu pantai di Maros kalau enggak salah namanya Barang Caddi’. Secara alami dekat dengan gadis mungil di pinggir pantai dan berkomunikasi akrab dengannya. Tak lama kemudian terdengan lagu yang tak asing di telingaku, salah satu Lagu Kemerdekaan yang setiap senin pagi hari dilantunkan.

Dan masih banyak karekter2 yang menyenangkan bila bersama mereka di satu atap komunitas tercinta kami Pecandu Aksara.

Ketemu dengan mereka, maka tawa akan tercipta, dr ujung kanan ke kiri ada Charis, Kak Ian, Ma’arif, Bang O, Kak Alif, Kak Yayat, kak Rahmah, Ayu, Kak Ratu, diriku & kak Fitri

Di PA Suci bertemu dengan guru yang keren orangnya keren apalagi ilmunya 🙂


Beliau bernama Pak Zulkarnain Hamson. Cara beliau mengajar sangat mudah dipahami.

Pertemuan pertama dengan beliau di salah satu Universitas Swasta di Makassar. Saat Suci bekerja sebagai Tim Website. Dari kaca mata beliaulah  perkenalanku dengan dunia jurnalistik di mulai.
Sampai akhirnya tulisanku bisa bertengger di berita online dan tercetak di koran.

Terima kasih telah memuat tulisanku para redaktur2 keche badai:  Fajar, Makassar Terkini, Makassar Today, Rakyat Sulsel, Berita Sulsel, Go Sul Sel, Berita Kota Makassar,  Makassar Metro, Djournalis, Polhukam.id, Simpul Rakyat, Mata Susel, Garis Tengah, Apa Kabar Kampus, Pers Antara Harian, sampai koran Ujungpandang Ekspres, Amanah serta Tribun Timur.

Tulisanku terbit di koran Tribun Timur
Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai